Boneka Barbie Membuat Persepsi Salah tentang Tubuh pada Anak Perempuan

Berpengaruh negatif pada anak perempuan.
Berpengaruh negatif pada anak perempuan.

RAB.com (JAKARTA): Boneka Barbie membangun persepsi  salah tentang tubuh pada anak perempuan. Satu penelitian menunjukkan bahwa bermain boneka Barbie, walau hanya sekali, membuat anak mempersepsikan citra tubuh yang nyaris sempurna: kurus, tinggi, dan berambut panjang.

“Persepsi ini membuat anak berpikir mereka harus tampil seperti Barbie juga. Boneka Barbie bisa menjadi gambaran bahwa badan kurus lebih baik dibandingkan yang gemuk,” kata Marika , profesor psikologi di Universitas Flinders Australia, dalam jurnal Body Image edisi akhir Februari lalu.

Karena itu,  Tiggemann menyarankan agar orangtua tidak membiarkan anak bermain boneka tersebut sampai berusia 8 tahun. Bila anak perempuan sudah punya boneka Barbie, lanjut Tiggemann seperti dikutip Herald Sun, sebaiknya orangtua memberitahu kalau penampilan fisik bukan satu-satunya model untuk terlihat cantik.

“Ada hal lain yang membuat seseorang tampil cantik dan menarik,” kata Tiggemann yang mengemukakan hasil pengamatannya terhadap 160 anak perempuan berusia 5-8 tahun di Adelaide, Australia. Tim peneliti menyelidiki pengaruh paparan boneka Barbie pada internalisasi tubuh kurus sebagai yang ideal, citra diri, dan ketidakpuasan akan kondisi tubuh sendiri pada anak perempuan.

Anak-anak tadi secara acak dibagi ke satu kondisi interaksi dengan Barbie (keterikatan fisik, pengamatan fisik, dan hanya mengamati gambar). Hasilnya mengindikasikan bahwa paparan pada Barbie, apapun bentuknya, membuat anak perempuan makin mengidolakan bentuk tubuh kurus, namun tak berpengaruh pada citra diri atau ketidakpuasan akan tubuhnya.

Hasil penelitian ini menegaskan bahwa berinteraksi dengan Barbie bisa mendorong anak perempuan pada usia awal sekolah dasar untuk memiliki kesukaan bertubuh kurus, namun tanpa adanya pengaruh yang tampak nyata pada citra tubuhnya. Dampak jangka panjang paparan boneka Barbie pada citra tubuh anak masih belum diketahui.

Ini bukan penelitian pertama yang menyimpulkan kalau boneka Barbie mempengaruhi persepsi tubuh pada anak perempuan. Pennsylvania State University juga pernah melakukan penelitian dengan hasil serupa, yakni boneka Barbie memberikan persepsi pada anak bahwa tubuh langsing itu lebih baik.

Mattel selaku produsen pembuat mainan boneka Barbie menolak penelitian yang menyatakan boneka Barbie mempengaruhi persepsi citra tubuh anak perempuan. Namun demikian, pihak Mattel tidak gusar dengan hasil penelitian tersebut. Sebab, mereka biasa melakukan komunikasi dengan orang tua dan anak-anak dari seluruh dunia mengenai produk ikonik mereka.

Michael Shore dari Mattel mengatakan kepada Herald Sun bahwa para orang tua merasakan dampak positif dari boneka Barbie pada anak perempuan mereka. “Mainan ini memicu imajinasi dan kreativitas,” ujarnya. Barbie yang telah dikembangkan selama bertahun-tahun juga memiliki penampilan dan tipe tubuh yang lebih variatif.