Semua Diet akan Gagal?

RAB.com (JAKARTA): Semua diet akan gagal? Judul bernada paranoid dan mencerminkan ketidakberdayaan itu apapun jawabannya semoga bukan hanya jadi kambing hitam (baca: pembenaran) untuk tidak melakukan apa-apa lagi atas masalah kelebihan berat badan (overweight) yang sedang anda hadapi.

Menurut Andreas Eenfeld, doktor diet, jawaban atas pertanyaan itu adalah ya dan tidak. “Sejumlah penelitian tentang penurunan berat badan pada berbagai jenis diet punya fenomena mirip yang hampir selalu bisa dilihat. Pertama penurunan drastis yang bertahan selama sekitar enam bulan lalu naik lagi,” jelasnya di situs web https://www.dietdoctor.com/do-all-diets-fail.

Semua jenis diet akan gagal setelah bulan keenam akibat kembali ke kebiasaan lama.
Semua jenis diet akan gagal setelah bulan keenam akibat kembali ke kebiasaan lama.

Pemahaman umum tentang itu, lanjutnya, adalah bahwa semua jenis diet hanya memberi hasil sementara dan tiba-tiba tidak manjur lagi. Menurutnya kesimpulan itu salah dan ada beberapa alasan yang bagus mengapa begitu.

Terkait itu, Eenfeldt mengatakan lazim menyebut bahwa alasan orang mengalami kenaikan lagi bobotnya setelah berdiet karena tubuh punya batas ukuran beratnya sendiri (body weight set point). Batas ukuran itu, kutipnya, membuat tubuh , secara alami mengembalikan bobot yang hilang, sehingga bisa dimengerti bahwa saran konvensionalnya adalah bahwa diet nyaris tak berguna dalam jangka panjang.

Penjelasan lebih sederhana dan memberi harapan

Eenfeldt mengatakan ada penjelasan yang lebih sederhana yang lebih masuk akal dan lebih memberi harapan. “Diet berhasil hanya bila anda menjalankannya dengan semestinya. Saat kamu balik ke kebiasaan lama, kamu akan kembali ke bobot tubuh yang lama. Tak ada yang lebih mudah selain kembali ke kebiasaan lama.”

Melihat apa yang terjadi pada tiga jenis diet seperti terlihat di grafik, paparnya, pada pelaku diet rendah karbo (hidrat) disarankan untuk makan kurang dari 20 gram karbo per hari. Mereka bisa makan apa saja asal sesuai dengan aturan itu. Hasilnya: sebagian besar mengikuti saran meskipun ada yang tidak, tapi rata-rata pada peserta diet ini beratnya turun sekitar 6,5 kg  dalam lima bulan.

Namun setelah enam bulan, kata Eenfeldt, bobot mereka mulai naik lagi. “Apakah itu disebabkan batas ukuran tubuh yang lama tiba-tiba mendesak beraksi karena alasan yang tak diketahui? Menurut saya tidak karena ada penjelasan yang jauh lebih sederhana,” ujarnya.

Penjelasannya, lanjut dia, karena setelah enam bulan peserta diet rendah karbo saat ditanya rata-rata menjawab bahwa untuk memenuhi  sumber energinya mereka makan 41,4 persen karbo. Jumlah ini, tandasnya, setara dengan 200 gram karbo per hari atau dengan kata lain kebanyakan dari pelaku diet ini tak lagi menaati aturan ketat diet rendah karbo.

“Jadi apakah kemanjuran diet berhenti begitu saja? Kita tak tahu itu. Yang jelas kita tahu adalah bahwa kebanyakan orang tidak lagi menjalankan dietnya. Dan setelah mereka berhenti mengikuti aturan diet, bobot badannya mulai naik lagi,” jelasnya seraya menambahkan saat aturan tidak diikuti lagi maka diet pasti tak ada tuahnya lagi.