Jokowi: Dulu Semua Dikerjain … Ya Habis Nggak Jelas

Jokowi: Dulu Semua Dikerjain … Ya Habis Nggak Jelas

Ekonomi
 [caption id="attachment_2293" align="aligncenter" width="643"] Harus fokus agar projek ada progress dan tidak di-ground breaking sampai tiga kali.[/caption]RAB.com (JAKARTA): Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta jangan hanya menjadi "panglima infrastruktur", namun juga panglima dalam semua bidang. Namun, Jokowi menolak untuk menjalankan rekomendasi ini. Ia menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini masih pada infrastruktur dan tak akan berbelok ke bidang lain."Tadi ada yang sampaikan jangan hanya jadi panglima infrastruktur. Sekarang fokus di situ dulu, jangan berbelok ke yang lain," kata Jokowi. Permintaan ini merupakan salah satu hasil rekomendasi Rembuk Nasional 2017 yang dibacakan di hadapan Jokowi, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (24/10).Presiden menegaskan, pemerintah tidak bisa optimal mengerjakan semua bidang dalam waktu yang bersamaan. Menurut dia, ini sudah terjadi pada pemerintahan-pemerintahan terdahulu. "Dulu semua dikerjain, tidak ada fokus mau ke mana. Ada anggaran juga semua…
Read More

Pemerintah Akan Terus Berhati-hati Menjaga Daya Beli Masyarakat

Uncategorized
RAB.com (JAKARTA): Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan masyarakat kelas menengah memang tertekan daya belinya karena kenaikan tarif listrik. Pemerintah akan terus berhati-hati dalam mengelola isu turunnya daya beli  ini dengan memperhatikan indikator ekonomi yang ada untuk melakukan langkah penyesuaian. "Banyak masyarakat, terutama dari kalangan kelas menengah, mulai tahun ini agak tertekan karena kenaikan harga listrik yang dengan daya 900 kVA. Kenaikan ini merupakan bagian dari kebijakan APBN yang disetujui dengan DPR untuk secara bertahap mengurangi subsidi yang untuk kelas menengah," kata Menkeu menjawab soal turunnya daya beli masyarakat. Hal ini disampaikan Sri Mulyani dalam program Rosi di Kompas TV, Kamis (10/8) menjawab berbagai tudingan tentang ekonomi Indonesia yang oleh sebagian kalangan disebut sudah darurat utang. Dalam kesempatan itu Menkeu menjelaskan berbagai isu tentang keuangan negara, dari soal pajak,…
Read More
Awas Penipuan Perekrutan Petugas dan Relawan Asian Games!

Awas Penipuan Perekrutan Petugas dan Relawan Asian Games!

Ekonomi
[caption id="attachment_900" align="aligncenter" width="677"] Event dengan harapan besar menggairahkan perekonomian nasional dengan total belanja Rp 20 triliun.[/caption] RAB.com (JAKARTA): Panitia Asian Games 2018 mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai modus penipuan yang mengatasnamakan perusahaan rekanan pemerintah terkait perekrutan petugas dan relawan (volunteer) yang saat ini sedang beredar melalui media sosial. Saat ini panitia belum melakukan perekrutan petugas dan relawan yang jumlahnya mencapai belasan ribu orang. "Awalnya saya ditanya seorang teman, apakah benar saat ini sedang dibuka lamaran menjadi panitia sembari menyodorkan buktinya. Langsung saya katakan, ini penipuan," kata Koordinator Bidang Promosi Panitia Penyelenggara Asian Games Indonesia (INASGOC) Nirmala Dewi di Palembang seperti dikutip Antara akhir pekan lalu. Nirmala mengatakan bukti yang disodorkan berupa pesan singkat yang dibagikan melalui media sosial Whatsapp yang isinya mengenai dibukanya lamaran menjadi panitia Asian Games. Nirmala menambahkan perusahaan yang mencoba…
Read More