Jumlah Anak-Remaja Obesitas Naik 1.000%, Epidemi Mengancam Dunia

Jumlah Anak-Remaja Obesitas Naik 1.000%, Epidemi Mengancam Dunia

Kesehatan
[caption id="attachment_2175" align="aligncenter" width="692"] xxx[/caption] RAB.com (JAKARTA): Populasi anak-anak dan remaja yang kegemukan atau obesitas naik 10 kali lipat dalam empat dasawarsa terakhir. Kondisi tersebut telah menjadi krisis kesehatan global yang mengancam akan bertambah parah kecuali tindakan drastis dilakukan. Demikian laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu 11 Oktober 2017. Dalam kesempatan Hari Kegemukan Dunia, WHO dan Imperial College London merilis studi terkini mereka mengenai kegemukan pada anak-anak dan remaja di seluruh dunia, yang dipublikasikan di jurnal medis Lancet. Badan kesehatan dunia tersebut menganalisis ukuran berat dan tinggi dari hampir 130 juta orang yang berusia di atas lima tahun, termasuk 31,5 juta yang berusia lima sampai 19 tahun dan 97,4 juta yang berusia 20 tahun dan lebih, sehingga menjadikannya jumlah peserta paling banyak yang pernah terlibat dalam studi epidemiologi. WHO mencatat lebih…
Read More
Terus Hangatkan Nasi di Rice Cooker Naikkan Indeks Glikemik

Terus Hangatkan Nasi di Rice Cooker Naikkan Indeks Glikemik

Kesehatan, Uncategorized
[caption id="attachment_2089" align="aligncenter" width="706"] Ilustrasi nasi merah. (shutterstock.com)[/caption] RAB.com (JAKARTA): Larangan memanaskan nasi terus menerus dalam rice cooker karena bisa memicu diabetes bahkan kanker beredar lewat aplikasi pesan instan WhatsApp belakangan ini.  Sejauh mana kebenarannya? Menurut pakar hal itu ada benarnya meskipun tidak terjadi dalam waktu pendek. "Nasi memiliki nilai indeks glikemik yang tinggi sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Bila terlalu lama dimasak atau dipanaskan akan menyebabkan proses gelatinisasi sehingga akan menurunkan kadar seratnya dan meningkatkan nilai indeks glikemik," kata pakar gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc. Nasi bisa menjadi lebih sehat dan tak membuat kadar gula cepat naik, tergantung jenis beras dan cara mengolahnya. Kuncinya adalah mengurangi indeks glikemik yang dikandung nasi.Indeks glikemik adalah tingkatan pangan menurut efeknya terhadap gula darah. Makanan…
Read More

Bergerak Tiap Setengah Jam, Kurangi Risiko Cepat Mati

Kesehatan
[caption id="attachment_1559" align="aligncenter" width="643"] Lama duduk pengaruhi kebugaran tubuh.[/caption] RAB.com (JAKARTA): Terlalu banyak duduk meningkatkan peluang untuk mati cepat, meskipun suka berolahraga. Sebaliknya, orang yang cenderung lebih aktif bergerak setiap setengah jam sekali lebih berpeluang untuk panjang umur. Temuan ini mengindikasikan pentingnya bergerak dan hidup aktif setiap hari. “Kita harus sering-sering bergerak dalam sehari, karena berolahraga saja tidak cukup,” tegas Peneliti Pusat Perilaku Kesehatan Kardiovaskular di Columbia University Medical Center, New York, Keith Diaz seperti dikutip Reuters. Riset yang dilakukan tim Diaz bertujuan untuk membuktikan kaitan antara kematian dini dan gaya hidup tidak aktif. Salah satunya adalah dengan menghitung berapa banyak seseorang perlu bergerak setiap harinya untuk menurunkan risiko kematian dini. Tim Diaz menganalisis data dari 7.985 orang dewasa berusia 45 tahun ke atas. Mereka diminta untuk menggunakan alat accelerometer untuk menghitung tingkat…
Read More
Klaim Manfaat Pemanis Buatan Diragukan

Klaim Manfaat Pemanis Buatan Diragukan

Kesehatan
[caption id="attachment_1719" align="aligncenter" width="713"] Perlu lebih banyak penelitian untuk memastikan klaim adanya berbagai manfaat pemanis buatan.[/caption] RAB.com (JAKARTA): Klaim berbagai manfaat pemanis buatan (artificial sweetener) diragukan menurut satu penelitian baru yang dipublikasikan di Canadian Medical Association Journal (CMAJ). Pengganti gula ini dalam jangka panjang kemungkinan berhubungan dengan kenaikan berat badan dan peningkatan risiko obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, serta penyakit jantung. Konsumsi pemanis buatan seperti aspartame dan sucralose, meningkat dan semakin umum dilakukan di mana-mana. Data yang muncul mengindikasikan bahwa pemanis buatan (nonnutritive) berdampak negatif pada metabolisme, bakteri yang baik, dan nafsu makan, meskipun sejauh ini bukti yang ada masih saling bertentangan. Untuk memahami dengan lebih baik apakah mengkonsumsi pemanis buatan berhubungan secara negatif dengan dampak jangka panjang pada berat badan dan penyakit jantung, peneliti dari George & Fay Yee Centre…
Read More