Warren Buffet Alihkan Investasi dari Bisnis Eceran

 

xxx
Jual saham di Walmat dan mengalihkan investasi ke bisnis penerbangan.

RAB.com (JAKARTA): Pakar investasi Warren Buffett mengatakan industri eceran (retail) tidak akan sama dengan yang terlihat sekarang dalam satu dekade mendatang. “Department store sudah online saat ini,” kata investor miliuner itu Sabtu (8/5) dalam pertemuan tahunan  Berkshire Hathaway di Omaha, Nebraska, seperti dilaporkan Business Insider.

Warren menambahkan dirinya tak berilusi bahwa 10 tahun mendatang akan terlihat sama dengan hari ini. “Akan terjadi beberapa guncangan di sepanjang jalan yang akan mengejutkan kita … Dunia telah  berubah, dan akan terus menerus berubah, tapi dengan kecepatan yang makin meningkat.” Mitra Buffett, Charlie Munger, juga menegaskan dengan mengatakan, “Tentu sangat tidak nyaman jika kita berada dalam bisnis department store.”

Buffett tmenyuarakan pendapat tentang sekaratnya sektor eceran tradisional, tapi juga telah menarik uang yang diinvestasikannya di industry itu. Perusahaannya, Berkshire Hathaway, telah menyerukan tanda peringatan bagi seluruh industri eceran pada  February saat menjual saham Walmart senilai US$900 juta dan memutuskan mengalihkan miliaran investasinya ke bisnis penerbangan.

Penjualan itu membuat Buffett nyaris sama sekali tak punya saham Walmart, di saat pengecer terbesar di dunia itu berinvestasi miliaran dalam pertempuran untuk menyamai Amazon online. Dalam satu wawancara dengan CNBC setelah penjualan, Buffett mengatakan bisnis eceran “sangat berat” untuk investasi khususnya di era kejayaan Amazon.

“Saya pikir bisnis eceran secara umum sangat berat bagi saya,” katanya. “Kami membeli satu department store pada 1966 dan saya mendapati apa yang kami lakukan tak banyak memberi hasil. Saya telah melakukan berbagai hal di bisnis eceran … Saya beli Tesco di Inggris dan sekali lagi mendapati usaha kami tak banyak gunanya. Bisnis ini sangat berat, dan saya kira ihwal online ini susah diatasi.”

Walmart, lanjutnya, bergerak maju dengan upaya online dan punya segala macam kekuatan. “Tapi saya memutuskan untuk beralih pada permainan agak lebih mudah,” kata Buffett. Berkshire Hathaway telah menjual saham Walmart senilai sekitar US$3 miliar pada kuartal terakhir. “Saya pikir Amazon, secara khusus, adalah satu perusahaan yang kini mesti mendapatkan perhatian dari banyak investor.”

retail dead

Tren permanen

Buffett mengomentari hal ini saat berbagai guncangan silih berganti menimpa industri eceran. Banyak perusahaan AS di sektor ini telah menutup tokonya dan mendaftarkan kebangkrutan hingga pada tingkat yang bahkan tak terlihat sejak adanya resesi. Pemilik jaringan eceran sejauh ini telah mengumumkan penutupan lebih dari 3.200 tokonya tahun ini.

Analis Credit Suisse memperkirakan jumlah itu akan meningkat hingga lebih dari 8.600 sebelum akhir 2017. Sebagai perbandingan, 6.163 toko ditutup pada  2008 — yang merupakan rekor tertinggi penutupan toko pada tahun terburuk itu. Banyak toko ditutup sehubungan dengan meningkatnya e-commerce dan tren peralihan bagaimana orang dalam membelanjakan uangnya.

Penggila belanja mengalokasikan lebih besar uang di dompetnya hiburan, restoran, dan perangkat teknologi, serta mengurangi belanja pakaian dan aksesoris. Department stores seperti Macy’s, Sears, dan JCPenney sangat terpukul dengan berbagai tren tersebut. Sejak 2001, department stores saja telah memangkas sekitar 500.000 pekerja.

Tak hanya Buffett investor yang menilai berbagai tren tersebut sudah permanen. Perusahaan manajemen aset Cohen & Steers pekan sebelumnya telah mengumumkan laporan yang mendukung teori itu. “Kami melihat pelemahan sektor eceran, yang terjadi meskipun kondisi ekonomi relatif sehat, sebagai bagian dari evolusi permanen dalam bagaimana dan dimana warga Amerika membelanjakan uangnya.”

Perusahaan yang mengelola  aset senilai US$58,5 miliar itu dalam laporannya lebih lanjut mengulas, “Kami perkirakan peralihan paradigma yang terjadi terlalu dramatis dalam mengubah lansekap industri eceran, yang kemungkinan berpotensi memberi implikasi signifikan bagi para investor real estate.”