Kapan Harus ke UGD Saat Anak Sakit?

Kapan Harus ke UGD Saat Anak Sakit?

Kesehatan
[caption id="attachment_1883" align="aligncenter" width="703"] Ilustrasi anak sakit. shutterstock.com.[/caption] RAB.com (JAKARTA): Kasus bayi Tiara Debora memberi banyak pelajaran kepada para orangtua. Terutama tentang bagaimana mengenal penyakit yang memerlukan penanganan gawat darurat. Bagaimana mengetahui kondisi si sakit dan kapan harus segera ke rumah sakit atau ke unit gawat darurat atau cukup dirawat sendiri di rumah. Bisa disimak beberapa ciri penting pada tiga gejala penyakit yang paling sering muncul selama ini seperti disampaikan dr. Jusuf Kristianto, MM, MKES, pengamat dan praktisi kesehatan. 1. Demam. Sebenarnya, demam adalah reaksi positif tubuh terhadap penumpukan racun. “Sehingga, tubuh kita harus meningkatkan ekstra panas untuk menetralisir racun tersebut,” ujar sosok yang juga dikenal sebagai dosen Asuransi di Poltekkes Kemenkes Jakarta. Hal pertama yang harus dilakukan jika anak demam, kata Jusuf,  adalah mengukur temperatur atau suhu tubuh anak. Suhu…
Read More
Debora dan SOP Rumah Sakit yang Terselip

Debora dan SOP Rumah Sakit yang Terselip

Kesehatan
RAB.com (JAKARTA): Menyimak berbagai komentar tentang duduk perkara meninggalnya bayi Tiara Debora mengusik rasa prihatin kita. Bagaimana tidak karena bayi lucu itu menjadi korban sia-sia yang sesungguhnya dapat dihindarkan. Ternyata masih ada kelemahan dalam pelayanan rumah sakit (RS) serta liputan jaminan BPJS. Seperti biasa keributan baru terjadi saat korban meninggal. Ada berbagai curahan pendapat yang sungguh membuka wawasan kita tentang bagaimana peserta BPJS yang tahunya mendapatkan pelayanan saat mesti berinteraksi dengan RS yang ternyata belum bergabung dengan program nasional yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh warga itu. Curahan itu mengarah silang pendapat karena semua pihak, khususnya pihak RS dan pemerintah, tampaknya tak ingin disalahkan. Diskusi kenapa RS diduga kuat menyalahi aturan mengingat ihwal biaya kegawatdaruratan akan diganti BPJS meski perlu waktu pun mencuat. Tak masuk logika kenapa pemahaman yang mestinya…
Read More
Kanker Serviks, Satu Wanita Meninggal Tiap Jam

Kanker Serviks, Satu Wanita Meninggal Tiap Jam

Kesehatan
[caption id="attachment_1136" align="aligncenter" width="814"] Deteksi dini dengan IVA test bisa mencegah kejadian kanker serviks yang kronis.[/caption] RAB.com (JAKARTA): Satu wanita Indonesia meninggal setiap jam akibat kanker serviks. World Health Organization (WHO) berdasarkan data Globocon pada 2012 yang dirilisnya juga memperkirakan setiap hari ada 58 kasus baru kanker serviks. Karena itu pemerintah didesak untuk memasukkan pemberian vaksin HPV (Human Papillomavirus) ke program jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) maupun jaminan kesehatan nasional (JKN). "Untuk merealisasikan Indonesia bebas kanker, khususnya kanker serviks dalam 10 tahun mendatang, kami mendesak agar pemerintah, baik pusat maupun daerah memasukkan pemberian vaksin HPV ke program jaminan kesehatan di daerah maupun secara nasional," kata Ketua Umum Working Group on HPV Andrijono saat meluncurkan Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) di Jakarta, Rabu (26/4). HPV merupakan sejenis virus yang menjadi pemicu…
Read More