Jika Sakit Dibuat-buat, Dokter dan RS Terancam Sanksi Pidana

Jika Sakit Dibuat-buat, Dokter dan RS Terancam Sanksi Pidana

Kesehatan
RAB.com (JAKARTA): Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho mengatakan alasan sakit untuk mangkir dari pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) banyak dilakukan tersangka korupsi. Modus semacam ini perlu diwaspadai karena bisa menghambat proses hukum kasus yang tengah ditangani KPK. Emerson mencontohkan kondisi Ketua DPR Setya Novanto yang dikabarkan sakit dan dirawat di Rumah Sakit Premier Jatinegara. Tersangka korupsi proyek KTP elektronik itu disebut-sebut menderita vertigo, ginjal, gula darah, hingga serangan jantung. Fotonya yang terbaring dengan dipasangi berbagai peralatan medis tersebar di media sosial. "KPK harus meminta IDI (Ikatan Dokter Indonesia) memeriksa agar ada second opinion. Jika sakit Novanto dibuat-buat, KPK harus menempuh langkah hukum. Begitu juga terhadap dokter, tenaga medis, serta pihak rumah sakit yang merawatnya karena dinilai menghalangi penyidikan," kata Emerson kepada detikcom, Kamis (28/9). Rumah sakit bisa diduga melanggar Pasal…
Read More

Bergerak Tiap Setengah Jam, Kurangi Risiko Cepat Mati

Kesehatan
[caption id="attachment_1559" align="aligncenter" width="643"] Lama duduk pengaruhi kebugaran tubuh.[/caption] RAB.com (JAKARTA): Terlalu banyak duduk meningkatkan peluang untuk mati cepat, meskipun suka berolahraga. Sebaliknya, orang yang cenderung lebih aktif bergerak setiap setengah jam sekali lebih berpeluang untuk panjang umur. Temuan ini mengindikasikan pentingnya bergerak dan hidup aktif setiap hari. “Kita harus sering-sering bergerak dalam sehari, karena berolahraga saja tidak cukup,” tegas Peneliti Pusat Perilaku Kesehatan Kardiovaskular di Columbia University Medical Center, New York, Keith Diaz seperti dikutip Reuters. Riset yang dilakukan tim Diaz bertujuan untuk membuktikan kaitan antara kematian dini dan gaya hidup tidak aktif. Salah satunya adalah dengan menghitung berapa banyak seseorang perlu bergerak setiap harinya untuk menurunkan risiko kematian dini. Tim Diaz menganalisis data dari 7.985 orang dewasa berusia 45 tahun ke atas. Mereka diminta untuk menggunakan alat accelerometer untuk menghitung tingkat…
Read More
Gaya Hidup Buruk Lebih Berisiko Dibanding Radiasi Rendah

Gaya Hidup Buruk Lebih Berisiko Dibanding Radiasi Rendah

Kesehatan
RAB.com (JAKARTA): Siapapun tahu, merokok membahayakan kesehatan. Obesitas juga tak kalah buruk dampaknya bagi kesehatan. Satu studi memperingatkan bagaimana ancaman gaya hidup modern seperti merokok, obesitas, dan polusi udara ternyata lebih berbahaya daripada paparan radiasi tingkat rendah pada kesehatan. Tubuh manusia umunya selalu terpapar radiasi pengion. Terlebih lagi dalam kehidupan modern karena penggunaannya dalam kedokteran, seperti mesin sinar-X, industri, dan militer. Para peneliti, termasuk di Universitas Oxford di Inggris, menyelidiki risiko relatif terkena radiasi tingkat rendah yang digunakan di bidang kedokteran, industri, dan angkatan bersenjata. Mereka menemukan bahwa risiko kesehatan manusia secara keseluruhan dari paparan radiasi tingkat rendah relatif kecil, terutama jika dibandingkan dengan risiko umum yang mesti dihadapi masyarakat modern, seperti obesitas, merokok, dan polusi udara. Penelitian itu diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the Royal Society pertengahan September ini. "Kami…
Read More
Paradoks Film Horor, Emosi Senang vs Irrasionalitas

Paradoks Film Horor, Emosi Senang vs Irrasionalitas

Kesehatan
[caption id="attachment_1984" align="aligncenter" width="675"] Adegan horor yang sangat mencekam bisa terekam ke dalam bawah sadar anak-anak kurang dari usia tujuh tahun.[/caption] RAB.com (JAKARTA): Jika bukan penggemar, anda mungkin bingung mengapa ada orang yang mau duduk manis menonton film horor yang membuat mereka menjerit dan berteriak sekeras kerasnya. Kata peneliti perilaku hal itu karena fenomena yang disebut paradoks horor, yaitu kesenangan menonton horor padahal secara teori tidak masuk akal. "Tidak diragukan lagi, ada sesuatu yang sangat hebat yang membuat orang menikmati saat menonton horor. Padahal menurut teori sangat tidak masuk akal. Namun kebanyakan orang suka mengalami emosi yang menyenangkan," kata Joanne Cantor, PhD, direktur Pusat Penelitian Komunikasi University of Wisconsin, Madison, seperti dilansir dari laman WebMD. Para penggemar film horor mungkin mengatakan bahwa film horor adalah hiburan yang tidak berbahaya. Tapi jika…
Read More
Tren Rokok Elektrik pada Anak, Menkes: Paru-paru Bisa Rusak

Tren Rokok Elektrik pada Anak, Menkes: Paru-paru Bisa Rusak

Kesehatan
[caption id="attachment_1898" align="aligncenter" width="652"] Foto: Rengga Sancaya[/caption] RAB.com (JAKARTA): Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F. Moeloek menyayangkan video viral di media massa yang memperlihatkan anak-anak di bawah umur dengan bangganya mengisap rokok elektrik. Hal ini dinilai membuat angka anak merokok terus meningkat sekaligus berisiko merusak kesehatannya. "Kalau kami sih sangat melarang, jangan merusak anak-anak kita. Minimal nanti paru-parunya akan rusak bila tren mengisap rokok elektrik terus dilakukan," kata Menkes Nila usai rapat dengan Komisi IX di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/9), seperti dikutip detik.com. Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), jumlah anak di bawah umur yang merokok naik 8,8 persen dari tahun lalu. Data Kemenkes menunjukkan bahwa prevalensi remaja usia 16-19 tahun yang merokok meningkat tiga kali lipat dari 7,1% di tahun 1995 menjadi 20,5% pada tahun 2014. Dan yang lebih…
Read More
Kapan Harus ke UGD Saat Anak Sakit?

Kapan Harus ke UGD Saat Anak Sakit?

Kesehatan
[caption id="attachment_1883" align="aligncenter" width="703"] Ilustrasi anak sakit. shutterstock.com.[/caption] RAB.com (JAKARTA): Kasus bayi Tiara Debora memberi banyak pelajaran kepada para orangtua. Terutama tentang bagaimana mengenal penyakit yang memerlukan penanganan gawat darurat. Bagaimana mengetahui kondisi si sakit dan kapan harus segera ke rumah sakit atau ke unit gawat darurat atau cukup dirawat sendiri di rumah. Bisa disimak beberapa ciri penting pada tiga gejala penyakit yang paling sering muncul selama ini seperti disampaikan dr. Jusuf Kristianto, MM, MKES, pengamat dan praktisi kesehatan. 1. Demam. Sebenarnya, demam adalah reaksi positif tubuh terhadap penumpukan racun. “Sehingga, tubuh kita harus meningkatkan ekstra panas untuk menetralisir racun tersebut,” ujar sosok yang juga dikenal sebagai dosen Asuransi di Poltekkes Kemenkes Jakarta. Hal pertama yang harus dilakukan jika anak demam, kata Jusuf,  adalah mengukur temperatur atau suhu tubuh anak. Suhu…
Read More
Debora dan SOP Rumah Sakit yang Terselip

Debora dan SOP Rumah Sakit yang Terselip

Kesehatan
RAB.com (JAKARTA): Menyimak berbagai komentar tentang duduk perkara meninggalnya bayi Tiara Debora mengusik rasa prihatin kita. Bagaimana tidak karena bayi lucu itu menjadi korban sia-sia yang sesungguhnya dapat dihindarkan. Ternyata masih ada kelemahan dalam pelayanan rumah sakit (RS) serta liputan jaminan BPJS. Seperti biasa keributan baru terjadi saat korban meninggal. Ada berbagai curahan pendapat yang sungguh membuka wawasan kita tentang bagaimana peserta BPJS yang tahunya mendapatkan pelayanan saat mesti berinteraksi dengan RS yang ternyata belum bergabung dengan program nasional yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh warga itu. Curahan itu mengarah silang pendapat karena semua pihak, khususnya pihak RS dan pemerintah, tampaknya tak ingin disalahkan. Diskusi kenapa RS diduga kuat menyalahi aturan mengingat ihwal biaya kegawatdaruratan akan diganti BPJS meski perlu waktu pun mencuat. Tak masuk logika kenapa pemahaman yang mestinya…
Read More
Waspada, Pencemaran Mikroplastik Ada di Mana Saja

Waspada, Pencemaran Mikroplastik Ada di Mana Saja

Kesehatan, Uncategorized
  RAB.com (JAKARTA): Pencemaran mikroplastik pada air keran dari ledeng maupun air tanah tak selalu terjadi di permukiman kumuh yang dekat dengan tumpukan sampah. Kandungan mikroplastik juga ditemukan pada sampel air keran di wilayah yang terlihat "normal" dan bersih di kawasan Jakarta Raya. Itulah hasil penelitian Orb Media bersama ilmuwan dari University of Minnesota dan State University of New York. Satu sampel air yang diambil dari satu rumah di Jl. Peninggilan Utara, Tangerang, Banten, itu menunjukkan adanya kandungan mikroplastik. Padahal permukiman tertata rapi dan tak ada tumpukan sampah yang mencolok di tepi jalan. Hasil studi terbaru itu mengungkap mikroplastik mengkontaminasi air ledeng dan air tanah di seluruh dunia, termasuk Jakarta dan sekitarnya. Hal itu terungkap dari analisis 159 sampel air keran berasal dari delapan wilayah di lima benua. Dari Indonesia…
Read More

Kabin Mobil Tertutup Jumlah Polutannya Dobel Saat Macet

Kesehatan
[caption id="attachment_1734" align="aligncenter" width="790"] Polutan di kabin mobil tertutup di jam macet dua kali lipat lebih banyak.[/caption] RAB.com (JAKARTA): Tim peneliti gabungan dari beberapa universitas di Amerika Serikat (AS) menemukan bahwa orang yang berada di dalam kabin yang dingin dan wangi oleh pengharum kemungkinan terpapar partikel beracun dua kali lebih banyak ketimbang orang yang berada di jalanan macet. Hasil riset yang dimuat dalam jurnal Atmospheric Environment, akhir Juni lalu ini, menjadi kabar tak enak. Berdasarkan data, tingkat kematian di Inggris akibat polusi udara mencapai 40.000 orang setiap tahun . Polusi udara di ruangan tertutup lebih mengerikan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebut polusi ini membuat 99.000 orang mati setiap tahun. Selama ini, sebagian besar sensor polusi lalu lintas ditempatkan di atas tanah di samping jalan dan mengambil sampel terus-menerus selama 24…
Read More
Rutin Nyetir 2 Jam Per Hari Turunkan Kecerdasan

Rutin Nyetir 2 Jam Per Hari Turunkan Kecerdasan

Kesehatan
[caption id="attachment_1734" align="aligncenter" width="752"] Mengemudi rutin menurunkan kecerdasan karena otak menjadi kurang aktif.[/caption] RAB.com (JAKARTA): Berapa lama anda menghabiskan waktu untuk mengemudi menuju dan pulang kantor? Kerap bepergian dengan mengendarai kendaraan pribadi hingga memakan waktu lebih dari dua jam sehari? Berhati-hatilah karena menurut satu penelitian berkendara lebih dari dua jam sehari berpotensi mengurangi kecerdasan dan daya ingat. "Rutin mengemudi selama lebih dari dua jam atau lebih setiap hari buruk bagi otak sebab pikiran anda kurang aktif pada jam-jam itu," kata Kishan Bakrania, dari Universitas Leicester di Inggris, yang terlibat dalam riset mempelajari gaya hidup lebih dari 500.000 orang Inggris yang berusia 37 sampai 73 tahun. Dalam tempo lima tahun, peneliti mencatat aktivitas mengemudi seraya melakukan tes IQ (Intelligence Quotient) dan ingatan, secara berkala. Hasil riset itu tampak jelas terutama pada 93.000…
Read More